Welcome to mombizz, where we can learn about activity of mom, Online business, and share everything..

Laman

Saturday, 22 May 2010

Berhias untuk siapa??


Mom…!! Inget ga jaman mau jadi pengantin, ribetnya ngga ketulungan. Berbagai macam lulur dan masker dicoba. Muka ditahan ga boleh senyum apalagi nyengir. Belum lagi buat luluran, mulai dari yang baunya tidak enak seperti masker telur, sampai lulur yang wanginya bunga tujuh rupa. Spa, creambath, henna, juga tidak ketinggalan. Itu semua g cukup sejam lho mom..

Tapi, apakah setelah menikah juga akan seribet itu? Ternyata tidak.
Pada awal berumah-tangga, seorang istri mungkin bisa berhias secara sempurna.

Tapi ketika sudah punya anak , agaknya repot bagi istri untuk berhias secara
sempurna setiap pagi ketika akan melepas suami berangkat bekerja.
Banyak wanita sering lupa akan bau tubuhnya setelah menikah. Entah karena kesibukan yang menggunung, atau karena memang malas. Adapun yang beralasan, ‘ahh.. uda laku ini..’ Padahal mom, bau tubuh dan kebersihan diri adalah sesuatu yang harus senantiasa dijaga oleh seorang wanita.

Banyak salah kaprah terjadi di kalangan wanita. Mereka menggunakan parfum, berhias, justru saat mereka hendak keluar rumah. Sementara kalau di rumah biasa saja, tidak berhias, kadang cuma pake daster aja. Padahal, untuk siapa seharusnya kecantikan dan kebersihan diri itu diperlihatkan? Tentu kepada yang berhak, yaitu suami.
Mom, selain berhias kita pun harus bisa jaga penampilan dirumah.. jangan mentang-mentang uda bertitel ibu rumah tangga terus kita setiap hari memakai daster. Hmm…sesekali cobalah memakai baju yang lebih modis dan meng-anak muda. Tank top, t-shirt press body, mini rok, atau jika ada uang lebih, kita bisa membeli lingerie atau sexy dress lainnya. Baju lama pun bisa dirombak. Beruntung jika kita bisa memodifikasi pakaian. Misalnya, memodifikasi daster menjadi sebuah gaun tidur tanpa lengan yang sexy. That’s working! Dan itu semua hanya untuk suami ya mom.. bukan untuk yang laen.

Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.”

Dan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Al Handhalliyah disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabatnya ketika mereka hendak mendatangi saudara mereka,
Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Karenanya perbaikilah kendaraan kalian, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian menjadi seperti tahi lalat di tengah-tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai sesuatu yang buruk.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkategorikan kondisi dan pakaian yang tidak bagus sebagai suatu hal yang buruk. Semuanya itu termasuk hal yang dibenci oleh Islam. Islam mengajak kaum muslimin secara keseluruhan untuk selalu berpenampilan bagus. Bertolak dari hal itu, seorang muslimah tidak boleh mengabaikan dirinya dan bersikap tidak acuh terhadap penampilan yang rapi dan bersih, terlebih lagi jika sudah membina rumah tangga. Hendaknya ia senantiasa berpenampilan yang baik dengan tidak berlebih-lebihan.

Sebagai seorang istri dan muslimah yang cerdas, kita harus mampu menyelaraskan antara lahir dan batin. Perhatiannya pada penampilan yang baik bersumber dari pemahaman yang baik pula terhadap agamanya. Karena penampilan yang rapi dan bersih merupakan hal yang mulia. Lalu, bagaimanakah tuntunan Islam dalam berhias?

Berhias bagi wanita ada 3 macam, yaitu berhias untuk suami, berhias di depan wanita dan lelaki mahram (orang yang haram dinikahi), dan berhias di depan lelaki bukan mahram.
Berhias untuk suami hukumnya dianjurkan dan tidak memiliki batasan. Berhias di hadapan wanita dan lelaki mahram dibolehkan tetapi dengan batasan tidak menampakkan aurat dan boleh menampakkan perhiasan yang melekat pada selain aurat. Di mana aurat wanita bagi wanita lain adalah mulai pusar hingga lutut[*] sedangkan aurat wanita di hadapan lelaki bukan mahram adalah seluruh tubuh kecuali muka, kepala, leher, kedua tangan dan kedua kaki. Berhias di depan lelaki bukan mahram hukumnya haram dan inilah yang disebut dengan tabarruj.
[*] Demikianlah pendapat banyak ulama. Namun menurut Syaikh Al Albani, pendapat ini tidak ada dalilnya, sehingga aurat di depan wanita sama dengan aurat di hadapan mahram.
Jauhilah cara berhias yang dilarang oleh Islam.

Tidak diperbolehkan untuk berhias dengan cara yang dilarang oleh Islam, yaitu:
  1. Memotong rambut di atas pundak karena menyerupai laki-laki, kecuali dalam kondisi darurat. “Aku terbebas dari wanita yang menggundul rambut kepalanya, berteriak dengan suara keras dan merobek-robek pakaiannya (ketika mendapat musibah).” (HR. Muslim)
  2. Menyambung rambut. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut lain dan wanita yang meminta agar rambutnya disambung.” (HR. Bukhari Muslim)
  3. Menghilangkan sebagian atau seluruh alis.
  4. Tertera dalam Shahih Muslim bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallau ‘anhu berkata, “Allah melaknat wanita yang mentato bagian-bagian dari tubuh dan wanita yang meminta untuk ditato, wanita yang mencukur seluruh atau sebagian alisnya dan wanita yang meminta untuk dicukur alisnya, dan wanita yang mengikir sela-sela gigi depannya untuk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla.”
  5. Mengikir sela-sela gigi, yaitu mengikir sela-sela gigi dengan alat kikir sehingga membentuk sedikit kerenggangan untuk tujuan mempercantik diri.
  6. Mentatto bagian tubuhnya.
  7. Menyemir rambut dengan warna hitam.
  8. “Pada akhir zaman akan ada suatu kaum yang mewarnai (rambutnya) dengan warna hitam seperti dada burung merpati, mereka tidak akan mencium baunya surga.” (Shahih Jami’ush Shaghir no. 8153)


Nah, yuk kita coba membenahi diri mulai sekarang. Kita buang rasa malas, dan tumbuhkan semangat baru untuk menjadi yang terbaik bagi suami dan hanya untuk suami dengan hiasan dan tampilan yang syar'i..

Semoga bermanfaat..

source : muslimah.or.id, pondokibu.com

No comments:

Post a Comment