Welcome to mombizz, where we can learn about activity of mom, Online business, and share everything..

Laman

Thursday, 13 May 2010

Kepandaian Khadijah mengelola modal bisnis

ketika mau mulai bisnis (beehhh.. berat euy) saya jadi teringat kisah istri Rosulullah kita Muhammad SAW->Siti Khadijah, ia berasal dari keturunan seorang pedagang yang sukses dan kaya raya, ia tidak kesulitan untuk mendapatkan modal usaha bisnisnya (semoga saya pun demikian, dipermudah oleh Alloh SWT untuk mendapatkan modal usaha==>harap semuanya meng'aminkan yah.. hehe.. maksa.com).

Berikut ini artikel 'Kepandaian khadijah mengelola modal bisnis' Semoga artikel ini bisa menjadi pegangan buat kita para bunda dan calon bunda yang sedang maupun yg akan merintis usaha mandiri, dan mudah2an bisa menginspirasi kita yah.. (Aamiiinn)



Bagaimana cara Khadijah mengelola dan mengembangkan modal tersebut?
Apakah modal dalam jumlah besar itu yang menjadi faktor kesuksesan bisnisnya?

Modal besar yang didapat Khadijah ini tidak ia biarkan tertimbun begitu saja atau ia habiskan untuk sesuatu yang tidak bisa kembali alias konsumtif. Karena ia punya mentalitas wirausaha, modal tersebut ia investasikan dalam bentuk usaha perdagangan. Ia tercatat pernah menginvestasikan modal atau uangnya dalam usaha dagang yang dikelola oleh ayahnya, dengan sistem bagi hasil. Di samping itu, ia juga tercatat sering membelanjakan modalnya di Mekah untuk membeli komoditas-komoditas dagangan, lalu ia jual ke luar Mekah. Dan, sebaliknya ia membeli komoditas-komoditas dagangan di luar kota Mekah, lalu ia jual di Mekah.

Dalam sejarah disebutkan bahwa hampir setiap kafilah dagang Quraisy yang akan berangkat ke luar kota Mekah kala itu memuat barang dagangan Khadijah dalam jumlah besar. Untuk mengawasi dan menangani urusan-urusan perdagangannya ini, ia mempekerjakan orang-orang Quraisy yang jujur dan tepercaya.

Sedikitnya ada dua sistem yang digunakan Khadijah dalam mengembangkan modalnya.
Pertama, dengan sistem upah.
Artinya, ia membelanjakan modalnya untuk membeli barang-barang dagangan, lalu ia merekrut beberapa orang karyawan untuk menjual dan memasarkannya ke luar kota Mekah. Dalam hal ini ke Yaman dan Syam. Agaknya, ia lebih sering membelanjakan modal dan menjalankan usaha bisnis dagangnya dengan sistem ini. Abu Thalib, paman Nabi saw, termasuk salah seorang pegawai Khadijah yang sering ia utus untuk menjual barang-barang dagangannya ke Syam dan Yaman.

Bukti dari sistem upah yang dilakukan oleh Khadijah adalah apa yang dikemukakan oleh bin Atsir dalam Tarikh-nya, sebagaimana dikutip oleh Muhammad Al-Ghazali: "Khadijah adalah pedagang alias niagawati yang kaya dan terhormat. Ia mempekerjakan kaum pria dalam menjalankan usahanya dan memberi mereka upah dari sebagian keuntungan yang ia peroleh. Ketika ia mendengar kabar tentang sifat Muhammad yang jujur, bisa dipercaya, dan mulia, ia meminta beliau untuk menjualkan dagangannya ke Syam. Ia memberi beliau upah yang lebih banyak di banding yang biasa ia berikan kepada pekerja lain."

Sistem kedua adalah sistem bagi hasil.
Artinya, Khadijah merekrut seseorang untuk menjadi mitra kerjanya dengan modal dari dirinya atau ia menginvestasikan modalnya dalam usaha dagang orang lain. Sistem ini pernah ia terapkan ketika ia menginvestasikan modalnya dalam usaha dagang ayahnya dan ketika ia merekrut Muhammad untuk mengurusi dan menangani ekspedisi dagangnya ke luar kota Mekah.

Di samping modal dalam bentuk materi ini, Khadijah juga punya modal dalam bentuk nonmateri. Menurut hemat penulis, modal nonmateri ini lebih dahsyat dan lebih luar biasa pengaruhnya dalam menentukan kesuksesan bisnisnya.

Apa modal nonmateri yang dimiliki oleh Khadijah?
Sudah barang tentu banyak sekali. Umpamanya, ia punya modal mental wirausaha, sehingga dengannya ia bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, mampu mengelola dan mengembangkan modal materi yang dimilikinya, mampu mendelegasikan pekerjaannya ke orang lain, dan lain sebagainya.

Modal lain adalah kemampuan menjalin mitra bisnis atau jaringan (network). Andai Khadijah tidak punya modal ini, penulis yakin usaha bisnisnya tidak akan jalan dan berkembang.

Di samping itu, ia juga memiliki modal kejujuran, dapat dipercaya, keberanian, keimanan, spiritual, kecerdasan, amanah, pandai membaca peluang, dan lain sebagainya. Dahulu, Khadijah memang punya modal materi yang tidak kecil. Tapi, ia juga punya modal dalam bentuk nonmateri. Kedua hal inilah yang menjadi salah satu kunci rahasia di balik kesuksesan bisnisnya. Modal yang pertama penting, tapi modal yang kedua jauh lebih penting. Modal yang pertama dapat ia gunakan untuk memulai usahanya, sedangkan modal yang kedua ia gunakan untuk mengelola dan mengembangkan yang pertama.

Mari kita beralih ke rahasia lain di balik kesuksesan bisnis Khadijah, yakni kepandaian merekrut karyawan dan menjalin mitra bisnis.

Dikutif dari buku: Judul : Rahasia Kesuksesan Bisnis Khadijah Penulis : Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I. Penerbit: QultumMedia, 2008 Website : http://www.qultummedia.com

sumber=

No comments:

Post a Comment